√ Tabel Pinjaman BPJS Ketenagakerjaan: Syarat, Jenis, Pengajuan

Tabel Pinjaman BPJS Ketenagakerjaan – Dengan hadirnya program pemerintah bernama BPJS Ketenagakerjaan, nantinya akan banyak keuntungan yang didapatkan oleh para peserta. Seperti salah satunya adalah perlindungan diri di tempat kerja.

Bahkan tidak hanya itu, pihak BPJS Ketenagakerjaan juga memiliki pinjaman dengan jaminan kartu Jamsostek. Yang mana nantinya peserta BPJS Ketenagakerjaan bis mengajukan fasilitas kredit rumah baik subsidi maupun non subsidi.

Target atau sasaran utama dari program ini yaitu Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) dan juga non MBR. Tujuan dari pemberian kredit yaitu untuk membantu pekerja memiliki rumah dan juga kebutuhan perbaikan tempat tinggal.

Nah pada kesempatan kali ini, kami akan sajikan informasi terkait tabel pinjaman BPJS Ketenagakerjaan. Karena di dalam tabel tersebut nantinya akan terlihat jelas mengenai besaran uang muka, suku bunga, nominal, dan tenor.

Tabel Pinjaman BPJS Ketenagakerjaan Syarat Jenis Cara Pengajuan

Jenis Pinjaman BPJS Ketenagakerjaan

Namun sebelum lanjut ke pembahasan terkait tabel pinjaman tersebut, alangkah baiknya Anda mengetahui dahulu apa saja jenis produk pinjaman BPJS Ketenagakerjaan yang ditawarkan. Adapun beberapa penyebab itu sendiri seperti misalnya:

1. Kredit Pemilikan Rumah (KPR)

Pinjaman BPJS Ketenagakerjaan pertama ada KPR yang memberikan kemudahan atas kepemilikan atau beli rumah dengan cara kredit atau cicilan bulanan. Pada jenis produk pinjaman ini terdapat 2 jenis KPR yang ditawarkan yaitu Subsidi dan Non subsidi.

  • KPR Subsidi

Untuk KPR subsidi atau bantuan dari pemerintah nantinya memiliki uang muka dengan presentase lebih kecil. Secara langsung program subsidi akan memudahkan masyarakat kecil untuk dapatkan rumah impian karena beban awalnya tidak terlalu besar.

  • KPR Non Subsidi

Sedangkan KPR non subsidi adalah kredit kepemilikan rumah tanpa adanya bantuan dari pemerintah, sehingga jumlah uang muka harus dibayar akan jauh lebih besar. Untungnya dana didapatkan peserta bisa jauh lebih besar bahkan capai 500 juta.

2. Pinjaman Uang Muka Perumahan (PUMP)

Kemudian ada jenis produk PUMP yang merupakan pinjaman untuk uang muka ketika akan membeli perumahan yang akan membantu menyelesaikan tanggungan awal pembayaran. Sesuai dengan ketentuan dari pihak BPJS Ketenagakerjaan pinjaman dapat diambil ada nominalnya:

  • Gaji maksimal Rp 5.000.000 pinjaman hingga Rp 20.000.000
  • Penghasilan antara Rp 5.000.000 – Rp 10.000.000 berhak menerima pinjaman Rp 30.000.000
  • Penghasilan diatas Rp 10.000.000 bisa mendapat besaran pinjaman hingga Rp 50.000.000

3. Pinjaman Renovasi Rumah (PRP)

Pinjaman selanjutnya ada PRP yang merupakan pinjaman dengan tujuan perbaikan atau renovasi rumah untuk peserta BPJS Ketenagakerjaan. Anda bisa mengajukan pinjaman pada jenis ini maksimal mencapai Rp 50.000.000 dengan tenor sampai 10 tahun.

4. Kredit Konstruksi (KK)

Lalu ada juga pinjaman kredit konstruksi yang merupakan jenis pinjaman untuk developer atau pun pengembang perumahan yang mendukung proses pengadaan rumah untuk para peserta BPJS Ketenagakerjaan dengan secara langsung developer dapatkan dana suntikan guna menyelesaikan pembangunan.

Tabel Pinjaman BPJS Ketenagakerjaan

Setelah tahu akan jenis pengajuan kredit di BPJS Ketenagakerjaan. Maka selanjutnya kembali ke pembahasan utama yaitu mengenai tabel pinjaman yang ditawarkan, untuk lebih jelas tabel pinjaman BPJS tersebut, silakan simak penjelasan tabel di bawah ini.

JENIS PINAJAMANUANG MUKASUKU BUNGA / TAHUNPINJAMAN
KPR Subsidi1%5%Rp 150.000.000
KPR Non Subsidi5%BI repo rate + 3%Rp 500.000.000
PUMPBI repo rate + 3%Rp 20.000.000 – Rp.50.000.000
PRPBI repo rate + 3%Rp 50.000.000
KKBI repo rate + 4%

Tabel Pinjaman BPJS Ketenagakerjaan

Catatan : Untuk BI repo rate merupakan suku bunga acuan berdasarkan kebijakan Bank Indonesia yang mempengaruhi perbankan, pasar uang atau sektor riil.

Syarat Pinjam Uang di BPJS Ketenagakerjaan

Jika sudah mengetahui tahu akan jenis dan tabel pinjaman BPJS Ketenagakerjaan di atas, bagi Anda yang minat untuk pengajuan kredit pastinya banyak bertanya mengenai syarat ketentuan yang dibutuhkan untuk pendaftaran pengajuan kredit. Antara lain syarat ketentuan tersebut seperti:

  • Warga Negara Indonesia (WNI).
  • Memiliki usia 17 – 65 tahun.
  • Sudah jadi peserta BPJS Ketenagakerjaan minimal setahun.
  • Fotokopi kartu BPJS Ketenagakerjaan.
  • Pembayaran iuran rutin / kepesertaan aktif.
  • Tidak mempunyai rumah, terkecuali pinjaman PRP.
  • Menyertakan surat keterangan tidak punya rumah.
  • Perusahaan bekerja tertib secara administratif.
  • Menyertakan surat rekomendasi BPJS Ketenagakerjaan.
  • Sudah melengkapi formulir MLT.
  • Siapkan surat pernyataan MLT.
  • Gaji minimal Rp 4.000.000.

Cara Pengajuan Kredit Pinjaman BPJS Ketenagakerjaan

Lalu setelah berhasil melengkapi syarat ketentuan pengajuan kredit pinjaman di atas, maka selanjutnya Anda tinggal mengetahui bagaimana cara melakukan pengajuannya. Untuk lebih jelasnya simak cara pengajuan pinjaman BPJS Ketenagakerjaan di bawah ini.

  • Pertama peserta harus mengajukan permohonan pinjaman lewat bank yang bekerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan.
  • Bank akan melakukan verifikasi data Anda di SLIK Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
  • Lalu setelah berhasil lolos pengecekan, maka permohonan kredit akan diteruskan ke pihak BPJS Ketenagakerjaan.
  • BPJS Ketenagakerjaan kemudian akan mengirimkan surat rekomendasi persetujuan kembali ke pihak bank.
  • Setelah itu dari pihak bank akan memproses dan melanjutkan pengajuan dan tunggu sampai pengajuan terverifikasi.

Demikian kiranya pembahasan terkait tabel pinjaman beserta informasi terkait lain yang dapat kodebpjs.com sajikan. Jadi bagi Anda yang bertanya mengenai apakah bisa pinjam uang di BPJS ketenagakerjaan? Jawabannya adalah bisa, di mana ada beberapa jenis produk pinjaman di atas.

Semoga dengan adanya pembahasan terkait tabel kredit pinjaman di atas bisa bermanfaat, terutama peserta BPJS TK yang ingin ajukan pinjaman guna keperluan. Yang jelas silakan lengkapi syarat ketentuan pengajuan agar nantinya proses pinjaman dapat berjalan lancar tanpa adanya kendala.