√ Kode ICD 10 Anosmia 2021 : Penyebab, Gejala & Pengobatan

Kode ICD 10 Anosmia – Sudah Anda ketahui sendiri, jika setiap penyakit akan memiliki kode yang berbeda satu sama lain. Kode itu sendiri bernama kode ICD 10 atau biasa dikenal dengan kode BPJS.

Nah, kode ICD 10 ini ialah suatu sistem klasifikasi penyakit dan berbagai tanda, simptoma, kelainan, komplain bahkan penyebab eksternal suatu gangguan kesehatan yang bisa terjadi pada tubuh manusia.

Dengan begitu, dari setiap kondisi kesehatan nanti akan memiliki kode ICD 10 tidak sama. Bahkan satu jenis penyakit yang sama namun memiliki letak berbeda, terkadang juga akan memiliki kode berbeda.

Kali ini sendiri kodebpjs.com akan sampaikan salah satu kode ICD 10 dari penyakit atau gangguan kesehatan yang ada. Di mana yang akan dibahas sendiri yaitu mengenai kode ICD anosmia.

Kode ICD 10 Anosmia Penyebab Gejala Pengobatan

Bagi Anda yang penasaran dan belum tahu apa itu anosmia dan kode ICD nya, berikut akan disampaikan secara lengkap di bawah ini. Dengan begitu, terus simak dan ikuti pembahasan ini sampai akhir.

Apa Itu Anosmia

Apa Itu Anosmia

Anosmia adalah suatu gangguan pada manusia berupa hilangnya kemampuan mencium bau. Bahkan kondisi ini juga dapat menghilangkan kemampuan penderitanya untuk merasakan makanan yang masuk ke mulut.

Kehilangan kemampuan indera penciuman ini bisa memengaruhi hidup seseorang. Selain tidak bisa mencium bau dan merasakan makanan, kondisi ini dapat memicu hilangnya nafsu makan, berat badan turun bahkan depresi.

Kode ICD 10 Anosmia

Kode ICD 10 Anosmia

Untuk kode ICD atau kode diagnosa BPJS Kesehatan dari gangguan penciuman ini sendiri yaitu R43.0. Kode ini nantinya akan berbeda dengan gangguan kesehatan pada tubuh manusia lainnya.

Seperti misalnya kode ICD 10 anosmia akan berbeda dengan KODE ICD 10 SINUSITIS dan penyakit atau tanda-tanda masalah hidung lainnya. Dengan begitu, setiap gangguan kesehatan akan memiliki kode berbeda.

Penyebab Anosmia

Penyebab Anosmia

Dari banyak kasus, anosmia hanya disebabkan oleh pilek atau alergi dan bersifat sementara. Namun, ternyata ada pula anosmia yang terjadi dalam jangka panjang dan ini lah yang terkadang membuat penderita khawatir.

Di mana anosmia yang terjadi dalam jangka panjang merupakan tanda penyakit serius dan perlu diperiksakan ke dokter. Tujuan pemeriksaan sendiri agar mengetahui secara pasti penyakit apa yang dialami.

Selain dua penyebab sebelumnya yaitu pilek dan alergi, penyebab lain dari anosmia sendiri bisa dikarenakan oleh:

  • Rhinitis non alergi.
  • Rhinitis alergi.
  • Sinusitis.
  • Kebiasaan merokok.
  • Penyumbatan di rongga hidung.
  • kerusakan pada otak serta sistem saraf.

Gejala Anosmia

Gejala Anosmia

Lalu apa saja gejala muncul saat penderita mengalami anosmia? Di mana gejala pasti yang dialami oleh para penderita anosmia sendiri adalah hilangnya kemampuan untuk mencium bau.

Sebagai contoh, anosmia nantinya dapat membuat penderita tidak bisa mencium wangi bunga dan hal lain yang memiliki bau. Bahkan, bau menyengat seperti asap kebakaran dan gas bocor juga tidak tercium.

Pengobatan Anosmia

Pengobatan Anosmia

Setelah dokter berhasil melakukan pemeriksaan dan mendiagnosis anosmia dengan beberapa cara seperti MRI dan CT scan. Pengobatan yang dijalani akan tergantung dengan faktor penyebab yang mendasari. Seperti misalnya:

  • Prosedur pembedahan jika disebabkan oleh kelainan tulang hidung, tumor hidung dan polip hidung.
  • Hentikan konsumsi obat-obatan pada anosmia yang disebabkan oleh efek samping obat.
  • Pemberian dekongestan jika anosmia disebabkan oleh hidung tersumbat.
  • Pemberian antibiotik jika anosmia disebabkan oleh infeksi bakteri (termasuk sinusitis).

Pencegahan Anosmia

Pencegahan Anosmia

Sedangkan untuk pencegahan anosmia itu apa saja? Mengenai pencegahan sendiri, tidak semua anosmia bisa dapat dicegah. Seperti misalnya yang diakibatkan dari kelainan sejak lahir maka tidak dapat dicegah.

Namun untuk anosmia yang bukan disebabkan dari kelainan sejak lahir, masih dapat di cegah. Pencegahan itu sendiri dapat dilakukan dengan beberapa cara, seperti misalnya hindari faktor penyebab anosmia.

  • Jaga selalu kebersihan diri agar terhindar dari pilek dan flu.
  • Hindari paparan alergen (zat pemicu alergi).
  • Konsultasi dengan dokter sebelum mengkonsumsi obat pemicu anosmia.
  • Berhenti merokok dan hindari paparan asap rokok.

Mungkin seperti itulah informasi dapat kodebpjs.com sampaikan mengenai kode ICD 10 dan seputar informasi mengenai anosmia atau gangguan penciuman. Dengan adanya informasi kode ICD atau kode BPJS di atas semoga bisa bermanfaat dan berguna bagi yang membutuhkan.