Kode Diagnosa Penyakit BPJS Puskesmas Sering Muncul 2021

Kode Diagnosa Penyakit BPJS Puskesmas – Kode BPJS atau kode ICD 10 mungkin akan sedikit rada asing bagi Anda yang bukan termasuk peserta BPJS kesehatan. Tidak hanya selain para peserta saja, terkadang para peserta itu sendiri juga masih belum tahu secara paham.

Mungkin bagi Anda para pekerja di puskesmas atau rumah sakit dan menjadi petugas medis sudah tidak asing lagi dengan apa itu kode BPJS atau kode ICD 10. Apalagi bagi para petugas entri data pasti sudah tidak sangat paham mengenai kode diagnosa penyakit tersebut.

Di mana nantinya para petugas entri data tersebut memiliki tugas untuk mendiagnosa penyakit pasien yang berobat di puskesmas, RS, atau faskes lainnya. Di semua penyakit yang ada akan memiliki KODE DIAGNOSA BPJS atau kode ICD 10 yang berbeda satu sama lainnya.

Namun pada kesempatan kali ini sendiri kodebpjs.com akan sampaikan informasi mengenai kode BPJS diagnosa penyakit yang sering muncul atau sering berada di puskesmas. Tentunya hal ini akan membantu Anda yang sering penasaran atau rasa ingin tahunya sangat tinggi.

Kode Diagnosa Penyakit BPJS Puskesmas

Kode Diagnosa Penyakit BPJS Puskesmas

Di puskesmas sendiri juga banyak para pasien yang terkena penyakit dan tenaga medis belum tahu penyakit itu apa. Untuk lebih jelas mengenai kode BPJS dari penyakit yang sering muncul di puskesmas, berikut akan disampaikan secara jelas, jadi simak ulasan ini sampai akhir.

Daftar Kode Penyakit BPJS yang Sering Muncul di Puskesmas

Daftar Kode Penyakit BPJS yang Sering Muncul di Puskesmas

NOKODEDIAGNOSA PENYAKIT
1.A06.0-A06.1Disentri basiler dan amuba
2.A09Gastroenteritis (termasuk kolera, giardiasis)
3.A15.0Tuberkulosis paru tanpa komplikasi
4.A27Leptospirosis (tanpa komplikasi)
5.A30Lepra
6.A35Tetanus
7.A53.9Sifilis stadium 1 dan 2
8.A54Gonore
9.A82Rabies
10.B00Herpes simpleks tanpa komplikasi
11.B01.9Varisela tanpa komplikasi
12.B02Herpes zoster tanpa komplikasi
13.B05.9Morbili tanpa komplikasi
14.B07Veruka vulgaris
15.B08.1Moluskum kontagiosum
16.B15Hepatitis A
17.B16Hepatitis B
18.B20HIV AIDS tanpa komplikasi
19.B26Parotitis
20.B35.0Tinea barbae
21.B35.0Tinea kapitis
22.B35.1Tinea unguium
23.B35.2Tinea manum
24.B35.3Tinea pedis
25.B35.4Tinea korporis
26.B35.6Tinea kruris
27.B35.8Tinea fasialis
28.B36.0Pitiriasis versikolor
29.B37.0Kandidiasis mulut
30.B50-B54Malaria
31.B65.0Skistosomiasis
32.B68.0Taeniasis
33.B74Filariasis
34.B76.0Penyakit cacing tambang
35.B76.9Cutaneus larva migran
36.B77Askariasis
37.B78Strongiloidiasis
38.B85Pedikulosis kapitis
39.B86Skabies
40.D17Lipoma
41.D50Anemia defisiensi besi
42.DA90-A91Demam dengue, DHF Demam tifoid
43.E05.00Tirotoksikosis
44.E10Diabetes melitus tipe 1
45.E11Diabetes melitus tipe 2
46.E16Hipoglikemia ringan
47.E64.0Malnutiris energi-protein
48.E66Obesitas
49.E78Dislipidemia
50.E79.0Hiperuricemia (Gout)
51.F01-F03Demensia
52.F05Delirium yang diinduksi dan tidak diinduksi oleh alkohol atau zat psikoaktif lainnya
53.F23-F24Gangguan psikotik
54.F41.3Gangguan campuran anxietas dan depresi
55.G40Epilepsi
56.G40.901Status Epileptikus
57.G43Migren
58.G44.201Tension headache
59.G47.0Insomnia
60.G51.0Bell’s Palsy
61.H00.01Hordeolum
62.H01.0Blefaritis
63.H04Mata kering
64.H10Konjungtivitis
65.H11.3Perdarahan subkonjungtiva
66.H26Katarak
67.H40Glaukoma akut
68.H52.0Hipermetropia ringan
69.H52.1Miopia ringan
70.H52.2Astigmatism ringan
71.H52.4Presbiopia
72.H53.6Buta senja
73.H60Otitis eksterna
74.H61.2Serumen prop
75.H65Otitis media akut
76.H81.10Vertigo (Benign paroxysmal positional vertigo)
77.I10Hipertensi esensial
78.I20Angina pektoris
79.I21.9Infark miokard
80.I46Cardiorespiratory arrest
81.I50.21Gagal jantung akut
82.I50.22Gagal jantung kronik
83.I63.9Infark serebral/ Stroke
84.J02Faringitis
85.J03Tonsilitis
86.J04.0Laringitis
87.J11.81Influenza
88.J18Pneumonia aspirasi
89.J19Pneumonia, bronkopneumonia
90.J20Bronkritis akut
91.J30Rhinitis akut
92.J30.0Rhinitis vasomotor
93.J30.8Rhinitis alergika
94.J34.0Furunkel pada hidung
95.J45Asma Bronkial
96.K21.9Refluks gastroesofageal
97.K29Gastritis
98.K35Apendisitis akut
99.K64Hemoroid grade 1-2
100.K65Peritonitis
101.K81Kolesistitis
102.K90.49Malabsorbsi makanan
103.L04Limfadenitis
104.L08.0Pioderma
105.L20Dermatitis atopik (kecuali recalcitrant)
106.L21Dermatitis seboroik
107.L22Napkin eczema
108.L23Dermatitis kontak alergika
109.L24Dermatitis kontak iritan
110.L27.0Exanthematous drug eruption
111.L27.1Fixed drug eruption
112.L28.0Liken simpleks kronis/ neurodermatitis
113.L30.0Dermatitis numularis
114.L42Pitiriasis rosea
115.L50.1Urtikaria (akut dan kronis)
116.L74Miliaria
117.M05Artritis Reumatoid
118.M15-M19Artritis Osteoartritis
119.M35.3Polimialgia reumatik
120.N39.0Infeksi saluran kemih
121.N61.0Mastitis
122.N76.0Vaginitis
123.N76.2Vulvitis
124.N89.8Fluor albus/vaginal discharge non gonorhea
125.N90Ruptur perineum tingkat 1-2
126.O03Abortus spontan komplit
127.O03.3Abortus spontan inkomplit
128.O03.4Abortus spontan inkomplit
129.O14Pre-eklampsia
130.O15Eklampsia
131.O20.0Abortus mengancam/insipiens
132.O21.0Hiperemesis gravidarum
133.O42.01Ketuban Pecah Dini (KPD)
134.O63Persalinan lama
135.O72Perdarahan post partum
136.O99.019Anemia defisiensi besi pada kehamilan
137.P38Infeksi pada umbilikus
138.R00.0Takikardi
139.R04.0Epistaksis
140.R56.00Kejang demam
141.T78.0Intoleransi makanan
142.Z34.01Kehamilan norma
143.Z91.01Alergi makanan
144.R57.9Syok (septik), hipovolemik, kardiogenik, neurogenik)
145.R73.0Hiperglikemi hiperosmolar non ketotik
146.T15.1Benda asing di konjungtiva
147.T17.1Benda asing di hidung
148.T20-T25Luka bakar derajat 1 dan 2
149.T50.A1Pertusis
150.T62.94XAKeracunan makanan

Mungkin itulah informasi dapat kodebpjs.com sampaikan untuk Anda semua mengenai kode diagnosa penyakit pada BPJS yang sering muncul di puskesmas atau faskes tingkat 1. Semoga dengan adanya ulasan kode diagnosa penyakit di atas dapat bermanfaat dan berguna bagi semua.