60 Kode Diagnosis Abses 2021 : Gejala & Penyebab

Kode Diagnosis Abses – Seorang dokter biasanya akan mendiagnosis sebuah penyakit dengan menggunakan sebuah kode. Kode tersebut dikenal dengan kode diagnosis atau ICD (sebutan standar internasional).

Berbagai jenis penyakit yang telah teridentifikasi dan diketahui, memiliki kode diagnosis masing-masing. Dimana setiap jenis dan varian penyakit akan di diagnosis dengan kode diagnosis berbeda-beda satu sama lain.

Dalam daftar KODE DIAGNOSA BPJS KESEHATAN, telah disebutkan beragam penyakit dan kode diagnosis yang harus diberikan untuk mendiagnosis penyakit pasien. Lalu, apa kode diagnosis Abses?

Nah, ada banyak jenis penyakit abses yang teridentifikasi dan masing-masing jenis punya kode diagnosis sendiri-sendiri. Adapun untuk mendapatkan informasi lebih jelas lagi, sebaiknya simak ulasan di bawah ini terlebih dahulu.

Apa Itu Abses ?

Apa Itu Abses

Abses adalah munculnya luka akibat infeksi bakteri serta menimbulkan nanah serta kotoran menumpuk di bawah kulit. Penyakit ini ditandai dengan adanya benjolan di dalam kulit serta biasanya berisi nanah atau cairan bening.

Benjolan Abses memiliki warna kemerahan serta akan terasa sakit apabila disentuh. Abses tak hanya muncul di kulit, namun juga bisa muncul di bagian tubuh lainnya seperti di ketiak, sekitar anus, vagina, bagian bawah tulang belakang, sekitar gigi serta lain sebagainya.

Gejala Abses

Gejala Abses

Ini adalah kondisi umum dialami oleh siapapun, baik orang dewasa maupun anak-anak. Gejala umum paling sering dirasakan oleh penderita abses yakni.

  • Demam
  • Mual
  • Panas dingin
  • Pembengkakan
  • Lesi pada kulit
  • Radang pada kulit

Gejala paling jelas dari Abses yaitu munculnya benjolan kemerahan di kulit, menyerupai jerawat. Pada umumnya Abses akan sembuh dengan sendirinya serta tidak menyebabkan komplikasi serius, akan tetapi ada beberapa kasus abses yang juga bisa menyebabkan gangguan kesehatan yang bisa mengancam nyawa.

Penyebab Abses

Penyebab Abses

Abses bisa terjadi dengan beberapa penyebab berikut :

1. Bakteri

Staphylococus adalah bakteri paling sering memicu abses, masuk kedalam tubuh melalui folikel rambut, luka maupun cedera. Selain itu, bakteri ini juga dapat menyebabkan abses dengan cara merusak kulit.

Siapa saja bisa berisiko terkena infeksi bakteri ini, apabila berada di kondisi sebagai berikut :

  • Melakukan kontak dengan seseorang yang terinfeksi Staphylococcus.
  • Diabetes.
  • Sistem kekebalan tubuh melemah.
  • Kebersihan tubuh serta lingkungan yang buruk.

2. Folikel rambut terinfeksi

Folikel rambut yang terinfeksi juga bisa jadi penyebab abses terbentuk. Folikel bisa terinfeksi apabila didalamnya terdapat rambut yang terperangkap serta tidak bisa menembus kulit.

Kode Diagnosis Abses

Kode Diagnosis Abses

Adapun kode kode diagnosis yang digunakan untuk mendiagnosis penyakit abses sesuai jenisnya masing-masing yaitu sebagai berikut ini :

KodeDiagnosa
A06.4Abses hati amuba
A06.5Abses paru amuba
A06.6Abses otak amuba
A54.0Infeksi gonokokal saluran genitourinari rendah tanpa periurethral atau aksesori kelenjar abses
A54.1Infeksi gonokokal saluran genitourinari rendah dengan periurethral & aksesori kelenjar abses
B43.1Abses otak Phaeomycotic
B43.2Subkutan phaeomycotic abses & kista
D73.3Abses limpa
E32.1Abses timus
G06.0Abses intrakranial & granuloma
G06.1Abses intraspinal & granuloma
G06.2Ekstradural & subdural abses, tidak spesifik
G07Abses intrakranial & intraspinal dan granuloma pada penyakit diklasifikasikan di tempat lain
H60.0Abses telinga eksternal
J34.0Abses, furunkel & inas hidung
J36Abses peritonsillar
J39.0Retropharyngeal & parapharyngeal abses
J39.1Abses lain dari faring
J85.1Abses paru-paru dengan pneumonia
J85.2Abses paru tanpa pneumonia
J85.3Abses mediastinum
K04.6Abses periapikal dengan sinus
K04.7Abses periapikal tanpa sinus
K11.3Abses kelenjar ludah
K12.2Selulitis & abses mulut
K35.1Akut usus buntu dengan abses peritoneal
K57.0Penyakit divertikular usus kecil dengan perforasi & abses
K57.1Penyakit divertikular usus kecil tanpa perforasi atau abses
K57.2Penyakit divertikular usus besar dengan perforasi & abses
K57.3Penyakit divertikular dari usus besar tanpa perforasi atau abses
K57.4Penyakit divertikular dari kedua usus kecil dan besar dengan perforasi & abses
K57.5Penyakit divertikular dari kedua usus kecil dan besar tanpa perforasi atau abses
K57.8Penyakit divertikular usus, bagian yang tidak spesifik, dengan perforasi & abses
K57.9Penyakit divertikular usus, bagian yang tidak spesifik, tanpa perforasi atau abses
K61.0Abses anal
K61.1Abses rektal
K61.2Anorektal abses
K61.3Abses iskiorektalis
K61.4Abses Intrasphincteric
K63.0Abses usus
K75.0Abses hati
L02.0Abses kulit, furunkel dan inas wajah
L02.1Abses kulit, furunkel dan inas leher
L02.2Abses kulit, furunkel dan inas batang
L02.3Abses kulit, furunkel dan inas pantat
L02.4Abses kulit, furunkel dan inas anggota badan
L02.8Abses kulit, furunkel dan inas situs lain
L02.9Abses kulit, furunkel dan inas, tidak spesifik
L05.0Kista pilonidal dengan abses
L05.9Kista pilonidal tanpa abses
M65.0Abses selubung tendon
M71.0Abses dari bursa
N15.1Ginjal & abses perinefrik
N34.0Uretra abses
N41.2Abses prostat
N45.0Orkitis, epididimitis & orchitis epididymo – dengan abses
N45.9Orkitis, epididimitis & orchitis epididymo – tanpa abses
N75.1Abses kelenjar Bartholins
N76.4Abses vulva
O91.1Abses payudara berhubungan dengan persalinan

Nah, itulah informasi dari kodebpjs.com seputar kode diagnosis lengkap beserta penjelasan lengkap terkait abses. Dengan kode diagnosis, maka seorang dokter akan lebih mudah mencari gejala serta penyebab dari penyakit yang diderita pasien. Dengan demikian, kode diagnosis juga akan memudahkan dokter menindaklanjuti penyakit pasien.

Bisa ditarik kesimpulan, bahwasanya kode diagnosis ini sangat membantu dokter dalam mengklarifikasi penyakit. Selain itu, kode diagnosis juga bisa dijadikan masukan bagi sistem pelapor diagnosis medis. Jadi, sudah semestinya sebagai seorang dokter mengetahui kode diagnosis setiap gangguan kesehatan, termasuk abses.

Sekiranya, cukup sekian informasi terkait kode diagnosis Abses. Demikian artikel dari kami, semoga informasinya membantu serta bermanfaat.