Kode ICD 10 Syncope 2022 : Penyebab, Gejala & Cara Mengobati

Kode ICD 10 Syncope – Dalam Dunia Medis, istilah kode ICD 10 digunakan untuk mengklasifikasikan suatu penyakit yang mengacu pada pedoman buku International Statistical Classification of Diseases and Related Health Problem atau lebih dikenal Klasifikasi Internasional Penyakit revisi ke-10. Disamping itu, setiap kode ICD 10 juga telah ditentukan oleh WHO.

Bicara soal kode ICD 10, setiap penyakit di Dunia memiliki kode ICD 10 yang berbeda-beda. Nah, melalui artikel berikut kami bakal menjelaskan secara lengkap mengenai kode ICD 10 dari penyakit Syncope atau Sinkop.

Informasi tentu saja berguna bagi para tenaga kerja medis di Indonesia untuk membuat laporan diagnosis dan lain sebagainya. Sementara itu, kode ICD 10 dari penyakit tersebut juga telah terdaftar di kode ICD 10 BPJS Kesehatan Indonesia.

Selain pembahasan mengenai kode ICD 10 Syncope, kami juga punya penjelasan seputar penyebab, gejala hingga cara mengobati penyakit tersebut. Baiklah, tanpa perlu berlama-lama lagi langsung saja simak informasi selengkapnya dibawah ini.

Apa Itu Penyakit Syncope ?

Sebelum masuk ke inti pembahasan, terlebih dahulu kami bakal menjelaskan sedikit mengenai apa itu penyakit Syncope. Jadi, Syncope atau Sinkop merupakan istilah medis yang berarti pingsan. Gangguan medis semacam ini mungkin hampir pernah dialami oleh semua orang.

Meskipun demikian, apabila hal tersebut terjadi berulang-ulang maka Syncope bisa dibilang sebagai penyakit. Lalu apa dampak atau risiko yang bisa ditimbulkan? Sebenarnya untuk risiko bisa dibilang tidak, tapi tetap saja gangguan medis seperti itu harus segera ditangani.

Ada beberapa faktor yang kerap menjadi alasan orang mengalami Syncope, salah satunya berkaitan dengan tekanan darah si orang tersebut. Selain itu, Syncope juga bisa terjadi karena faktor lain. Informasi selengkapnya mengenai penyebab Syncope bakal kami jelaskan nanti.

Kode ICD 10 Syncope

Kode ICD 10 Syncope

Kemudian sampailah kita pada pembahasan utama, yaitu kode ICD 10 dari penyakit Sinkop. Jadi, untuk saat ini gangguan medis tersebut memiliki kode ICD 10 R55. Seperti kami singgung diatas bahwa kode ini telah tercantum pada daftar kode diagnosa BPJS Kesehatan Indonesia.

Bahkan di kode ICD 10 yang digunakan untuk gangguan medis tersebut sudah ditetapkan oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO). Lalu apa sih manfaat mengetahui informasi kode ICD 10 Syncope?

Dengan mengetahui informasi tersebut, kalian para pekerja medis bisa lebih mudah dalam melakukan beberapa hal sebagai berikut :

  • Mengelompokkan catatan penyakit
  • Mengambil tindakan yang tepat
  • Input data pelaporan medis
  • Membuat Tabulasi data pelayanan kesehatan

Penyebab Penyakit Syncope

Penyebab Penyakit Syncope

Sementara itu, bagi kalian yang mungkin mengidap gangguan kesehatan seperti diatas bakal lebih baik jika mengetahui penyebabnya. Berikut ini adalah beberapa faktor yang kerap menjadi penyebab orang sering mengalami pingsan, antara lain :

  • Tekanan darah rendah
  • Pembuluh darah Melebar
  • Jantung berdetak secara tidak teratur
  • Berdiri terlalu lama sehingga mengakibatkan terkumpulnya di bagian kaki
  • Hipoglikemia
  • Sedang mengandung / Hamil
  • Mengalami Dehidrasi, terutama saat melakukan aktivitas berat pada siang hari
  • Memiliki riwayat penyakit syaraf seperti Stroke dan sejenisnya
  • Rasa sakit atau nyeri berlebih
  • Rasa takut yang berlebihan
  • Mengalami stress
  • Faktor kelelahan

Gejala Penyakit Syncope

Gejala Penyakit Syncope

Setelah menyimak beberapa penyebab Syncope diatas, sekarang kalian juga perlu mengetahui bahwa penderita Syncope  biasanya bakal mengalami beberapa gejala, seperti :

  • Kepala terasa pusing dan sakit
  • Merasa mual diikuti dengan jantung berdebar-debar dengan kencang
  • Penglihatan kabu
  • Badan terasa lemas
  • Denyut nadi melemah
  • Perubahan suhu tubuh secara tiba-tiba
  • Wajah terlihat pucat
  • Merasa pusing yang berputar-putar

Cara Mengobati Penderita Syncope

Cara Mengobati Penderita Syncope

Selain semua informasi diatas, kami juga telah menyiapkan informasi mengenai beberapa metode pengobatan yang bisa diterapkan untuk para penderita Syncope. Seperti kami singgung sebelumnya, meskipun tidak memiliki resiko yang membahayakan, tetap saja ketika sering mengalami Syncope kalian harus segera melakukan pengobatan.

Jika demikian, apa saja sih cara pengobatan yang dianjurkan untuk para penderita Syncope? Simak informasi selengkapnya dibawah ini :

  • Memberikan rangsang nyeri dengan cara mencubit atau menampar di area pipi
  • Menempelkan handuk dingin di area wajah dan leher penderita Syncope
  • Menutupinya dengan selimut jika tubuhnya terasa dingin
  • Jika penderita Syncope merupakan Ibu Hamil, maka segera bawa ke Dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut
  • Jika penderita mengenakkan pakaian serta aksesoris yang terlalu ketat, maka segera longgar kan dengan cara membuka ikat pinggang, kancing celana, kerah baju atau lainnya untuk melancarkan peredaran darah

Selain itu, untuk para penderita Syncope, kalian bisa mencegah terjadinya gangguan medis tersebut dengan cara sebagai berikut :

  • Istirahat yang cukup
  • Perbanyak minum air putih
  • Kurangi aktivitas berat (khususnya untuk Ibu Hamil)
  • Istirahat kan pikiran supaya tidak stress dengan cara refreshing atau berlibur

Itu saja pembahasan dari kodebpjs.com mengenai kode ICD 10 Syncope menurut BPJS Kesehatan Indonesia dan WHO. Selain itu, diatas kami juga memberikan informasi seputar penyebab, gejala hingga cara menangani penderita Syncope dengan baik dan benar.