Kode ICD 10 PVC 2022 : Penyebab, Gejala & Cara Mengobati

Kode ICD 10 PVC – Dalam istilah medis, kode ICD 10 disebut sebagai pengkodean dari suatu penyakit, gejala, temuan abnormal di Dunia Medis, keluhan, keadaan sosial maupun eksternal yang menyebabkan menyebabkan cedera atau penyakit. Perlu diketahui bahwa setiap kode ICD 10 yang menyatakan suatu penyakit telah ditentukan oleh WHO (World Health Organization).

Kemudian di Lembaga Kesehatan Indonesia, kode ICD 10 dari setiap penyakit bisa disimak melalui buku berjudul Klasifikasi Internasional Penyakit revisi ke-10 (KIP/10). Dengan demikian, buku tersebut tentu saja bisa menjadi pedoman untuk mengklasifikasikan suatu penyakit atau gangguan medis.

Bicara mengenai kode ICD 10, kalian pasti sudah pernah membaca ulasan kodebpjs.com mengenai kode ICD 10 dari berbagai macam penyakit. Nah, untuk pembahasan kali ini kami telah menyiapkan informasi seputar kode ICD 10 untuk penyakit bernama PVC.

Bagi kalian yang memiliki profesi sebagai tenaga medis tentu memerlukan informasi ini sebagai bahan dasar dalam membuat laporan medis hingga mencari tahu terkait cara menangani penyakit tersebut. Baiklah, tanpa berlama-lama lagi langsung saja simak penjelasan selengkapnya dibawah ini.

Apa Itu Penyakit PVC ?

Apa Itu Penyakit PVC

Seperti biasa, sebelum masuk ke inti pembahasan terlebih dahulu kami bakal menjelaskan sedikit mengenai apa itu PVC. Jadi, bagi yang belum tahu PVC (Premature Ventricular Contraction) atau yang memiliki nama lain Kontraksi Ventrikel Prematur merupakan salah satu gangguan kesehatan yang menyerang organ Jantung.

Penderita PVC bakal merasakan irama dentang Jantung yang tidak biasa. Kondisi seperti ini disebut sebagai kompleks ventrikel prematur, denyut prematur ventrikel maupun ekstrasistol ventrikel.

Sementara itu, PVC juga terjadi selama 2 kali berturut-turut (Double PVC) dan tiga kali berturut-turut (Triple PVC). Analisis tersebut dikutip oleh Khashayar Farzam dan John R. Richards. Sedangkan untuk dampak utama dari Kontraksi Ventrikel Prematur adalah menghasilkan Impuls listrik di dalam Jantung yang tidak teratur.

Kode ICD 10 PVC

Kode ICD 10 PVC

Setelah menyimak sedikit penjelasan seputar penyakit PVC, sekarang mari kita lanjut ke pembahasan mengenai informasi kode ICD 10 dari penyakit tersebut. Jadi seperti kami sebutkan diatas bahwa setiap penyakit maupun temuan Abnormal di Dunia Medis mempunyai kode ICD 10 nya masing-masing.

Nah, untuk kode ICD 10 dari PVC (Premature Ventricular Contraction) adalah I49.3. Kode tersebut juga telah tercantum di dalam daftar kode Diagnosa BPJS Kesehatan di Indonesia.

Fungsi atau manfaat dari data tersebut adalah memudahkan para tenaga medis dalam mengelompokan CBG guna membuat laporan di sistem penagihan pembayaran biaya layanan. Selain itu, data kode ICD 10 dari suatu penyakit juga bermanfaat untuk menentukan bentuk penanganan yang harus dilakukan.

Penyebab Penyakit PVC

Penyebab Penyakit PVC

Selanjutnya kalian juga perlu tahu bahwa PVC pada Jantung juga bisa terjadi karena satu dan lain hal. Berikut ini telah kami siapkan rangkuman mengenai beberapa faktor yang bisa menjadi alasan terjadinya Kontraksi Ventrikel Prematur pada Jantung, antara lain :

  • Mengkonsumsi obat-obatan tertentu, termasuk dekongestan dan antihistami
  • Kebiasaan Meminum Minuman Alkohol & Merokok yang berpotensi untuk meningkatkan kadar adrenalin dalam tubuh sehingga mudah mengalami PVC.
  • Memiliki Riwayat Penyakit Jantung seperti jantung koroner hingga gagal jantung bisa mengakibatkan cedera otot Jantung yang nantinya bakal berdampak timbulnya PVC.
  • Kelelahan / Melakukan aktivitas fisik terlalu lama ketika kondisi tubuh sedang tidak Fit

Gejala Penderita PVC

Gejala Penderita PVC

Kemudian sama seperti penyakit atau gangguan kesehatan yang menyerang organ Jantung lainnya, PVC juga mempunyai beberapa gejala atau indikasi yang wajib diketahui. Berdasarkan informasi yang kami peroleh, sebagian besar penderita PVC mengalami beberapa gejala sebagai berikut :

  • Detak jantung berdebar secara lebih cepat (palpitasi).
  • Merasakan detak jantung yang tidak normal, seperti detak jantung ganda yang tidak sempurna.
  • Merasakan nyeri, sakit atau perasaan tidak nyaman lainnya di bagian dada.
  • Mengalami sesak nafas.
  • Keringat berlebih saat tidak melakukan aktivitas apapun.

Cara Diagnosa Penyakit PVC

Cara Diagnosa Penyakit PVC

Maka dari itu, ketika mengalami gejala tersebut kami sarankan untuk segera melakukan konsultasi ke Dokter Spesialis. Dengan demikian, gangguan kesehatan tersebut mungkin tidak akan mencapai level serius, karena seperti kita ketahui bahwa Jantung merupakan salah satu organ Vital dalam tubuh.

Nah, untuk diagnosa atau mengetahui apakah Jantung kalian mengalami penyakit PVC atau tidak, biasanya Dokter akan meminta melakukan serangkaian test Elektrokardiogram Standar maupun Elektrokardiogram Portabel.

Elektrokardiogram Standar merupakan proses diagnosis dengan cara meletakkan sensor (Elektroda) ke dada dan anggota tubuh pasien untuk membuat rekaman grafis dari sinyal listrik yang mengalir melalui jantung pasien. Cara ini mampu mendeteksi detak ekstra sekaligus mengidentifikasi pola dan sumbernya.

Sedangkan Elektrokardiogram Portabel merupakan proses diagnosis yang dilakukan dengan cara berjalan di atas Treadmill dengan alat terpasang di tubuh pasien, nantinya melalui Monitor Holter kondisi kesehatan Jantung pasien bakal muncul. Selanjutnya Dokter akan membuat kesimpulan berdasarkan hasil test di Monitor Holter.

Cara Mengobati Penyakit PVC

Cara Mengobati Penyakit PVC

Lalu apa jadinya ketika mengalami gejala tersebut dan ternyata setelah dilakukan Diagnosa, kalian sudah menderita PVC? Jika demikian, maka segera lakukan pengobatan supaya Jantung kembali sehat.

Sementara itu, PVC atau Kontraksi Ventrikel Prematur juga bisa mengakibatkan beberapa resiko, antara lain :

  • Menyebabkan penyakit komplikasi seperti Aritmia (gangguan ritme jantung) serta Kardiomiopati (melemahnya otot jantung).
  • Menyebabkan Henti Jantung yang bisa berujung pada kematian

Apakah untuk mengobati PVC perlu dilakukan operasi? Penting diketahui bahwa penanganan PVC bisa dilakukan tanpa perlu menjalani operasi, melainkan melalui beberapa cara pengobatan berikut ini :

1. Meminum Obat Beta Blocker

Biasanya para Dokter Jantung bakal memberikan resep obat Beta Blocker untuk mengobati tekanan darah tinggi dan penyakit jantung, termasuk ketika menangani pasien penderita PVC.

2. Meminum Obat Calcium Channel Blockers / Obat Aritmia

Cara lain untuk mengatasi gangguan kesehatan berupa PVC adalah mengkonsumsi obat-obatan Calcium Channel Blockers / Obat Aritmia seperti Amiodarone (Pacerone) atau Flecainide (Tambocor). Obat-obatan jenis ini dirasa cukup efektif untuk menyehatkan kondisi Jantung yang mengalami PVC.

3. Menjalani Pola Hidup Sehat

Sedangkan cara terakhir untuk menangani PVC adalah menerapkan pola hidup sehat. Biasanya resep ini diberikan untuk penderita PVC yang sebelumnya merupakan perokok aktif atau memiliki hobi meminum minuman beralkohol. Untuk mengobati PVC, pasien diminta untuk meninggalkan polah hidup yang dulu dan menggantinya dengan pola hidup sehat mulai dari rajin berolahraga, makan dan tidur teratur hingga berhenti merokok maupun minum minuman keras.

Jadi itu dia informasi dari kodebpjs.com mengenai kode ICD atau kode diagnosa BPJS Kesehatan dari gangguan medis PVC (Premature Ventricular Contraction) pada Jantung. Bukan hanya itu, diatas kami juga menyuguhkan berbagai informasi tambahan mulai dari penyebab, gejala hingga cara mengobati PVC pada Jantung.

Semoga dengan adanya pembahasan kali ini, bagi kalian para pekerja tenaga medis bisa lebih mudah dalam membuat laporan sekaligus mencari tahu cara menanganinya. Sedangkan untuk kalian yang sedang mengidap Kontraksi Ventrikel Prematur kami harap bisa lebih memahami mengenai resiko serta cara pengobatan yang dianjurkan.